STUDI KOMPARATIF DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN KABUPATEN SUMEDANG

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang melakukan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman pada hari Selasa (12/11/2019). Kunjungan ini diikuti 40 orang yang terdiri dari Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLHK Kabupaten Sumedang beserta jajarannya dan mengikutsertakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola TPS3R di Kabupaten Sumedang. Kunjungan yang bertema studi komparatif ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan sampah di TPS3R yang dikelola oleh KSM.

Dalam studi komparatif ini, rombongan dari DLHK Kabupaten Sumedang diterima Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Kabupaten Sleman, Junaidi, S.ST., Kepala UPT Pelayanan Persampahan dan Kepala Seksi Pengelolaan Persampahan di Ruang Rapat UPT Pelayanan Persampahan. Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLHK Kabupaten Sumedang menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari studi komparatif ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan belajar bersama terkait pengelolaan sampah di TPS3R. Inilah alasan mengapa pengurus KSM diikutsertakan dalam rombongan kunjungan kali ini. Selain itu, disampaikan pula bahwa Kabupaten Sumedang sudah memiliki TPA sendiri tetapi masih dioperasikan secara open dumping dan terdapat beberapa TPS3R yang terbangun tetapi belum beroperasi secara optimal. Sedangkan Kabupaten Sleman belum memiliki TPA dan jumlah TPS3R yang sudah beroperasi sebanyak 21 TPS3R dengan kondisi baik 85%.

Acara dilanjutkan dengan presentasi dari KSM TPS3R Brama Muda, Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sutarjo dan KSM TPS3R Purwo Berhati, Bayen, Purwomartani, Kalasan, Budi Isro’ terkait dengan pengelolaan sampah organik dan anorganik di wilayahnya yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan peninjauan lokasi ke TPS3R Brama Muda, Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik dan TPS3R Purwo Berhati, Bayen, Purwomartani, Kalasan.

Di lokasi TPS3R, Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLHK Kabupaten Sumedang menyampaikan bahwa DLHK Kabupaten Sumedang masih memberikan bantuan bagi operasional TPS3R. Budi Isro’ kemudian menyampaikan bahwa KSM seharusnya mandiri dan tidak tergantung kepada DLH. Selain itu, ia juga menekankan bahwa operasional KSM seharusnya hanya mengandalkan iuran dari warga dan jangan mengandalkan dari hasil penjualan sampah rosok ataupun kompos.

Sementara itu, narasumber lain, Sutarjo, mengatakan bahwa dalam pengelolaan sampah di TPS3R memerlukan kerja sama internal KSM yang baik dan perlu menciptakan inovasi lain untuk menambah pendapatan KSM, seperti membuat souvenir dari pupuk kompos yang dihasilkan, wisata edukasi pengelolaan sampah dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *