Atasi Permasalahan Limbah Domestik dengan Pembangunan SPALD-T

Air limbah domestik ialah cairan buangan dari rumah tangga yang bisa membahayakan kehidupan makhluk hidup serta mengganggu kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pegelolaan yang mumpuni agar air limbah yang dibuang tidak membahayakan lingkungan dan juga untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman guna mengatasi permasalahan limbah domestik kembali melakukan sosialisasi untuk operasional dan pemeliharaan SPALD-T skala pemukiman, Selasa (5/08/2020). Kali ini sosialisasi bertempat di Rajek Kidul, Tirtoadi, Mlati, Sleman. Sosialisasi ini berlansung dari pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB. Sosialisasi dibuka dengan sambutan dari Dra. Sri Hastuti selaku Kepala Seksi Pengolaan Air Limbah. Kemudian, sosialisasi ini diisi oleh Deny perwakilan dari Asosiasi KSM/KPP Sanitasi Seluruh Indonesia (AKSANSI).

“Harapannya di masing-masing rumah sudah tidak ada air limbah yang masuk ke tanah sehingga sumur-sumurnya akan lebih bersih,” ujar Dra. Sri Hastuti selaku Kepala Seksi Pengolaan Air Limbah.

Dalam menghadiri sosialisasi warga tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Dalam halnya pembangunan SPALD-T skala pemukiman ini ditujukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah domestik. Masa pemeliharaan SPALD-T ini akan memakan waktu selama 6 bulan. Dalam pemeliharaan ini sepenuhnya akan diserahkan kepada masyarakat untuk itu dihimbau untuk membentuk Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) yang kemudian akan dbantu dan diarahkan oleh AKSANSI.

Pemberian materi oleh Deny mewakili Asosiasi KSM/KPP Sanitasi Seluruh Indonesia (AKSANSI).

Dalam pemaparannya, Deny menjelaskan bagaimana perubahan dalam pengolahan limbah kebanyakan masyarakat hingga yang kini sudah memiliki SPALD-T skala pemukiman. Bapak Deny juga menegaskan mengenai limbah yang boleh dikirimkan ke saluran menuju instalasi ialah limbah yang berasal dari mandi, cuci dan kakus saja. Untuk tindak lanjut, warga yang mengeluh akan ketidaknyaman yang dirasakan kemudian akan dihampiri kediamannya untuk dibantu mencari tau permasalahannya. Kedepannya karena masih dalam proses finishing, AKSANSI akan berkoordinasi bersama warga setempat untuk operasional dan pemeliharaan SPALD-T skala pemukiman di Rajek Kidul untuk mengoptimalkan usaha pengurangan limbah domestik rumah tangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *