Semangat Sekolah Adiwiyata Pilihan menuju Tingkat Provinsi

Dalam rangka mempersiapkan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman mengadakan pembinaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah selama 2 hari berturut-turut dimulai pada tanggal 23 dan 24 Juni 2020 yang dimulai pukul 9 pagi WIB. Sebanyak 8 sekolah yang telah lolos Sekolah Adiwiyata 2018 akan dipersiapkan untuk bersaing kembali pada Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi.

Kegiatan rutin yang merupakan program binaan Dinas Lingkungan Hidup ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Salah satu pembahasan dalam pembinaan ini ialah mencocokan kegiatan fisik dengan administrasi. Seperti yang kita tau bahwasannya Adiwiyata cenderung menenkankan kepada nilai edukasi atau pembiasaan. Contoh mudahnya ialah membiasakan anak-anak  untuk bertanggung jawab seperti membiasakan menempatkan sampah pada jenisnya. Sehingga Sekolah Adiwiyata nantinya akan membentuk budaya  di lingkungan sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah.

Kegiatan pembinaan sekolah adiwiyata hari pertama.

Kemudian, sebanyak 8 sekolah tingkat dasar sampai menengah atas dibina untuk mempersiapkan adiwiyata tingkat provinsi ini dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama dimulai dari pukul 9 dan sesi kedua dimulai pukul 10 yang setiap sesinya berisi 2 perwakilan sekolah. Pembagian sesi ini menjadi penting guna mengurangi jumlah orang yang berkumpul disuatu ruangan di masa pandemi ini. Pada hari pertama hadir perwakilan dari SMPN 2 Ngemplak, SMPN 2 Pakem, SDN Jetak, SDN Nganggrung.

Agar setiap sekolah dapat siap untuk maju ke tingkat selanjutnya tentu sudah memiliki inovasi yang telah dipersiapkan. Untuk bisa mendapatkan inovasi dimulai dari identifikasi masalah disekitar. Seperti SMPN 2 Ngemplak, masalah yang diangkat ialah mengenai air yang mengandung tinggi zat besi sehingga membuat air di SMPN 2 Ngemplak keruh. Pengambilan identifikasi masalah ini juga dapat diambil dari permasalahan lingkungan hidup atau yang biasa disingkat SEKAM (Sampah, Energi, Keranekaragaman Hayati, Air, Makanan).

Suasana registrasi hari kedua.

Sedangkan pada hari kedua diharidiri perwakilan dari MTS 2, SMA 1 Godean, SMA 1 Prambanan MAN. Hambatan yang dialami selama pandemi pada pembinaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah ialah tidak dapat mengurangi penggunaan plastik untuk menyajikan makanan dalam sesi pembinaan dan terhambatnya pembinaan langsung kepada warga sekolah termasuk pengedukasian ke anak di sekolah karena sekolah yang diliburkan. Persentasi untuk kedelapan sekolah akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli mendatang. Dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita serta dapat menciptakan karakter baru peduli lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *