Rapat Kerja Verifikasi KLHS Rancangan Teknokratik RPJMD Kabupaten Sleman tahun 2021-2026

Rabu (19/08/20), bertempat di Ruang Rapat Kalpataru Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman telah mengadakan rapat kerja verifikasi KLHS rancangan teknokratik RPJMD Kabupaten Sleman tahun 2021 – 2026 dengan DLHK DIY melalui aplikasi Zoom Meeting. Rapat kerja ini berlangsung pukul 09.30 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB.

Diadakannya rapat kerja tersebut dilatarbelakangi oleh sebagaimana yang diketahui bahwa sebentar lagi akan diakannya Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) dan dengan demikian pula akan selesainya masa berlaku RPJMD Kabupaten Sleman 2016-2021. Kemudian, dinamika pembangunan di Kabupaten Sleman yang perlu diarahkan sesuai kapasitas lingkungan hidup, sehingga perlu adanya agenda Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang perlu diwujudkan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang dimulai dari pemerintah daerah. Selain itu pula diperlukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD sebagai pemastian isu strategis lingkungan hidup, permasalahan pencapaian TPB dan perbaikan kondisi lingkungan hidup termuat dalam Rancangan RPJMD Kabupaten Sleman.

Rapat kerja dibuka oleh Ir. Dwi Anta Sudibya, MT selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.

Dalam rapat ini pula dijelaskan kajian muatan KLHS yaitu serangkaian kajian yang memperhitungkan enam elemen Lingkungan Hidup yang penting untuk dipertimbangkan dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan, meliputi:

1.Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup

2.Dampak dan Resiko Lingkungan Hidup

3.Kinerja Jasa Ekosistem

4.Efisiensi Pemanfaatan Sumber Daya Alam

5.Intensitas dan Tingkat Adaptasi Perubahan Iklim

6.Keanekaragaman Hayati

Pemamaran data-data hasil analisis oleh Rita Probowati, ST, MT selaku Kepala Seksi Kajian Lingkungan.

Rekomendasi dari kesimpulan tujuh isu utama (Kerawanan bencana, dukungan sarana dan prasarana yang belum optimal, ketimpangan kesejahteraan, penurunan kualitas lingkungan, alih fungsi lahan, pertumbuhan ekonomi yang tidak berkualitas, dan kerawanan sosial), permasalahan dan skenario pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Kabupaten Sleman sudah cukup baik dalam pencapaian target TPB dimana “sudah dilaksanakan dan sudah mencapai target” memiliki presentase terbesar yaitu sebanyak 57%.) dan profil kajian muatan ialah:

1)Memasukkan Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup dan Kajian 6 muatan KLHS ke dalam penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Sleman Tahun 2021 – 2025;

2)Memasukkan Isu Strategis Pembangunan Berkelanjutan/Isu Utama ke dalam Isu Pembangunan Daerah dalam Dokumen RPJMD Kabupaten Sleman tahun 2021 – 2025;

3)Untuk indikator yang sudah mencapai target nasional (RPJMN 2019) bisa langsung dimasukkan ke dalam Dokumen  RPJMD Kabupaten Sleman Tahun 2021 – 2025 tanpa melalui upaya tambahan;

4)Mengintegrasikan indikator TPB hasil perumusan skenario dengan upaya tambahan berupa rumusan isu strategis/isu utama, permasalahan, sasaran strategis, program, kegiatan dalam penyusunan Dokumen RPJMD Kabupaten Sleman serta RAD TPB sesuai dengan ketentuan pasal 21 Permendagri 07 tahun 2018;

5)Untuk Indikator TPB yang belum ada data dan belum dilaksanakan, dapat dilaksanakan dalam RPJMD Kabupaten Sleman sesuai dengan kewenangan dan kondisi daerah

Dari rekomendasi dan diskusi yang telah dilaksanakan diharapkan tujuan dari Rapat Kerja Verifikasi KLHS Rancangan Teknokratik RPJMD Kabupaten Sleman tahun 2021-2026 ini dapat memberikan hasil yang memuaskan untuk masyarakat Kabupaten Sleman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *