Peninjauan Lapangan Penyelesaian Aduan Dugaan Pencemaran Udara

Kembali menanggapi aduan yang diterima melalui Lapor Sleman, tim Tata Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup terjun ke lapangan untuk menindaklanjuti. Selasa, 14 Juli 2020 Dinas Lingkungan Hidup mendatangi rumah pemotongan ayam (RPA) Jengger PS yang diduga melakukan pencemaran udara akibat pembuangan limbah di gorong-gorong. Bertempat di Warak Kidul, Sumberadi, Sleman, tim dari DLH tidak sendiri namun turut didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan  dan Perikanan, Camat Mlati, Kepala Desa Sumberadi, dan Dukuh Warak Kidul.

Kondisi rumah pemotongan ayam (RPA) yang kurang bersih sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

Berdasarkan hasil pemantauan diketahui bahwa kondisi IPAL terbuat dari beton ukuran 80 cm dengan kedalaman 9 meter + 11 meter dengan jumlah ayam sekitar 200 sampai dengan 250 dalam 1 hari. Kemudian, dilihat dari pengelolaan ayam dari datang sampai proses pemotongan belum bersih dan banyak lalat. Bulu-bulu menempel di tembok seng, kotoran bulu dan serpihan daging berceceran didepan RPA. Pendukung IPAL dan bak pengolala masih kurang memadai dibandingkan dengan jumlah ayam yang dipotong dalam sehari. Air limbah dibuang langsung ke drainase sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Dapat dipastikan dari hasil pemantauan bahwa RPA tersebut telah menimbulkan pencemaran udara dan mengganggu masyarakat sekitar.

“Ayam yang sudah dipotong dan dicabuti bulunya akan menghasilkan limbah cair dan padat seperti pada kandungan dari bulu pencabutan dan pencucian mengandung protein nitrat yang akan berubah menjadi nitrit karena proses pembusukan. Oleh karena itu, harus diolah dengan IPAL yang sesuai dengan ketentuan teknis,” ujar Bapak Toro salah satu tim anggota tim yang bertugas.

Saran dari Dinas Lingkungan Hidup ialah agar RPA segera membuatkan kembali IPAL atau bak pengolah sebanyak 3 bak dengan kedalaman 3 meter  yang kedap air sehingga air tanah sekitar tidak masuk ke dalam pengolah IPAL. Selain itu dibutuhkan peningkatan kebersihan RPA seperti penyemprotan disinfektan agar tidak timbul bau dan lalat. Kemudian, disarankan untuk penyedotan lumpur pada bak pengolah. Sesuai dengan peraturan yang berlaku Dinas Lingkungan Hidup memberikan batas waktu selama 1 bulan untuk RPA agar berbenah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *