Peninjauan Lapangan Aduan Dugaan Pencemaran Air Sungai dan Udara

Senin (07/09/2020), Dinas Lingkungan hidup melakukan tinjau lapangan untuk menanggapi adanya laporan di Lapor Sleman mengenai aduan dugaan pecemaran air sungai dan udara yang diakibatkan oleh industri tahu di Jlegongan, Margorejo, Tempel. Tinjau lapangan dimulai pukul 09.30 WIB dan didampingi perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Panewu Tempel, dan Dukuh Jlegongan.

Penyampaian saran oleh tim dari Lingkungan Hidup, Irene Riana Pramudiwati, S.Si M.Si selaku Kepala Seksi Penaatan Lingkungan kepada pemilik industri tahu.

Dinas Lingkungan Hidup mendapati limbah cair yang berceceran di lantai industri tahu dan adanya air limbah cair yang langsung menuju ke bak penampung. Kemudian, adanya kebocoran pada bak penampung. Selain itu, industri tahu tersebut belum pernah melakukan pengurasan biogas dimana produksi tahu dalam seharinya bisa mencapai 1-2 kwintal/hari.

Dinas Lingkungan Hidup pun dalam tindaklanjutannya menyarakan kepada pemilik industri tahu agar senantiasa menjaga kebersihan proses produksi sehingga semua air limbah wajib masuk ke biogas, menambah kapasitas biogas, menutup semua pipa yang tidak terhubung ke biogas, melakukan pengurasan rutin biogas, memperbaiki semua kebocoran di bak penampung, mengolah gas buang cerobong dari pembakaran.

Pencemaran air sungai akibat pembuangan langsung limbah cair.

“Akibat dari tidak dikurasnya bak penampung secara rutin maka akan terbentuk sluge atau lumpur padat yang akan mengurangi daya tampung, oleh karena itu disarankan untuk rutin melakukan pengurasan biogas,” ujar Toro selaku salah satu staff Dinas Lingkungan Hidup.

Dinas Lingkungan Hidup senantiasa menanggapi aduan dari masyarakat yang kemudian melakukan pengecekan dilapangan. Sehingga, permasalahan yang muncul dapat diatasi dengan baik sehingga mendapatkan win-win solution dari pihak terduga maupun terdampak. Dengan demikian diharapkan pemilik industri tahu dapat menangani permasalahan yang telah disarankan dalam waktu 30 hari karena Dinas Lingkungan Hidup akan kembali meninjau industri tahu tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *