Pengukuran Kualitas Udara Ambien dengan Metode Passive Sampler

Dalam rangka pengukuran udara ambien, tim divisi pengendalian lingkungan hidup dari Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemasangan alat dan pengambilan sampel udara ambien dengan metode passive sampler pada Kamis, 9 Juli 2020. Tujuan dari pengukuran kualitas udara dengan metode passive sampler ini ialah untuk menghasilkan data kualitas udara ambien berupa konsentrasi rata-rata tahunan untuk parameter pencemar udara Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Dioksida (NO2). Data tersebut digunakan untuk menyatakan atau menyimpulkan kondisi ketercemaran udara di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional dalam bentuk Indeks Kualitas Udara (IKU) yang merupakan salah satu komponen dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

Pengukuran udara ambien dilakukan pada 4 lokasi yang mewakili wilayah industri di PT. Sport Glove Indonesia, pemukiman di Perumahan Griya Tirta Asri, transportasi di Kantor Sekretariat Panwaslu Kecamatan Turi dan perkantoran di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman. Lokasi di daerah transportasi untuk mengetahui seberapa jauh dampak emisi gas buang yang keluar dari kendaraan bermotor terhadap kualitas udara di sekitar jalan raya yang dilakukan pemantauan kualitas udaranya. Jarak titik pengambilan sampel kurang lebih 5-10 meter dari bahu jalan. Lokasi di daerah industri untuk mengetahui seberapa jauh kegiatan industri memberikan kontribusi terhadap pencemaran udara di sekitar kegiatan industri. Jarak pemantauan tidak terlalu dekat dengan sumber emisi minimal 15 meter dari sumber. Lokasi di daerah pemukiman untuk mengetahui tingkat pencemaran udara yang diakibatkan oleh adanya emisi gas buang yang keluar dari kegiatan di sekitar pemukiman padat. Terahkir, lokasi di daerah perkantoran untuk mengetahui tingkat pencemaran udara di wilayah perkantoran akibat adanya emisi terutama bersumber dari aktivitas yang ada di sekitar  lokasi atau kawasan pada perkantoran.

“Kami juga sangat berterimakasih atas kerjasamanya kepada instansi dan tempat-tempat yang telah memberikan izin pemasangan alat uji udara ini,” ujar Mela salah satu anggota tim yang bertugas.

Pemasangan alat pada wilayah perkantoran di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman.
Pemasangan alat pada wilayah perumahan di Perumahan Griya Tirta Asri
Pemasangan alat pada wilayah transportasi di Kantor Sekretariat Panwaslu Kecamatan Turi.
Pemasangan alat pada wilayah industri di PT. Sport Glove Indonesia.

Alat uji udara ini diharuskan agar pemilihan antar titik minimal berjarak 1 KM dari satu sama lain. Kemudian, alat uji udara ini akan dipasang selama 14 hari sebelum kemudian akan diambil kembali oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *