DEFINISI DARI LINGKUNGAN HIDUP

 

“Bumi dapat memenuhi kebutuhan setiap manusia dengan cukup, namun tidak pernah cukup untuk memenuhi keserakahan manusia.” -Mahatma Gandhi-

oleh : Wahyu Nugroho Mardi Utomo

Kita mungkin sering mendengar, mengucapkan dan bahkan berdiskusi dengan topik mengenai lingkungan hidup. Akhir-akhir ini atau setidaknya dalam satu dekade ini, lingkungan hidup menjadi isu yang populer di masyarakat, dimulai dari perdebatan mengenai isu pemanasan global atau yang sering disebut global warming, gas rumah kaca, genetically modified organism(GMO) / organisme transgenik, kerusakan hutan atau deforestasi, pencemaran lingkungan dan masih banyak lagi isu lingkungan hidup yang menjadi wacana bahkan polemik di masyarakat baik pada tingkatan lokal maupun global.

Seperti sudah menjadi kata yang mewarnai kehidupan sehari-hari, kita kadang menjadi lupa apa itu sebenarnya arti kata lingkungan hidup. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Suatu definisi yang cukup panjang dan tidak mudah dipahami terutama bagi yang baru kali ini mengetahui tentang definisi ini. Tidak perlu terlalu panik, mari kita lihat definisi ini secara lebih cermat dan mengurainya satu persatu.

Sebelum menguraikan definisi dari Lingkungan Hidup menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, tentu kita harus mengenal terlebih dahulu secara singkat siapa dan apa undang-undang ini. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 ini merupakan undang-undang yang memayungi seluruh produk hukum yang terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Singkatnya, hampir seluruh isu lingkungan hidup ada dalam undang-undang ini seperti pengendalian pencemaran, kerusakan, limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), Daya Dukung, Daya Tampung dan masih banyak lagi kecuali sampah domestik yang mempuyai undang-undang sendiri yaitu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentangPengelolaan Persampahan. UU 32 Tahun 2009 ini merupakan pengganti dari Undang-Undang 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan lingkungan Hidup, yang selama 12 tahun keberadaannya dirasa belum dapat untuk memberikan perlindungan dan perbaikan terhadap kualitas lingkungan hidup.

Kembali ke bahasan awal kita apa itu definisi lingkungan hidup menurut UU 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Apabila melihat definisi yang ada diatas, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang, artinya adalah lingkungan hidup sebagi suatu wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi. Jadi ruang dalam lingkup lingkungan hidup adalah segala ruang yang termasuk dalam lingkup atmosfer bumi. Atmosfer bumi sendiri terdapat sampai sekitar 500 km dari permukaan bumi dengan berbagai macam lapisan yang berbeda-beda. Sehingga apabila lingkungan hidup diibaratkan sebagai sebuah toples, maka lapisan terluar toples atau yang menjadi atmosfer bumi paling atas itulah yang menjadi batasan ruang bagi lingkungan hidup. Apa yang berada di luar toples tersebut bukanlah lingkungan hidup dan hanya yang ada di dalamnya saja.

Pertanyaan selanjutnya adalah apa saja yang harus masuk dalam “toples” lingkungan hidup itu? Menurut UU 32 Tahun 2009 isi dari “toples” tersebut adalah semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia. Benda yang paling besar dalam lingkungan hidup adalah bumi, di dalam bumi sendiri terdapat berbagai macam benda lainnya contohnya air baik itu berupa sungai, danau maupun lautan, bebatuan, gunung dll. Sedangkan daya atau juga sering disebut sebagai energi juga merupakan salah satu hal yang mempengaruhi keadaan lingkungan hidup itu sendiri. Contoh yang paling nyata dalam kehidupan kita sehari-hari adalah sinar matahari, selain dari alam manusia juga bisa memproduksi energi seperti energi listrik. Isi “toples” yang lainnya adalah mahluk hidup dan manusia. Mahluk hidup ini bisa merupakan bentuk dari kehidupan yang paling kecil atau yang biasa disebut mikroorganisme sampai hewan-hewan besar seperti yang ada di kebun binatang. Menariknya adalah manusia dijadikan definisi yang terpisah dari mahluk hidup walaupun manusia adalah bagian mahluk hidup itu sendiri. Hal ini dapat dipahami karena selama lebih kurang 4 milyar tahun umur bumi ini, belum pernah ada satu pun mahluk hidup yang mampu untuk mengubah kondisi alam seperti yang dilakukan oleh manusia. Walaupun apa yang dilakukan oleh manusia pada beberapa abad terakhir ini mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap lingkungan hidup yang mengarah pada hal-hal negatif dengan dampak paling besar yang ditimbulkan oleh manusia yaitu perubahan iklim.

Menjadi sangat bisa dimaklumi apabila kemudian sebagian definsi lingkungan hidup menurut UU 32 Tahun 2009 adalah “termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya”. Artinya, Undang-undang ini mengharuskan kita semua sebagai manusia tidak hanya mengejar keuntungan diri sendiri yang mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan seperti yang selama ini terjadi. Akan tetapi kita sebagai satu-satunya mahluk hidup yang mempuyai akal dan pikiran yang dapat mengubah secara mendasar kondisi lingkungan hidup dipaksa untuk menjadi tenaga penggerak bagi terciptanya lingkungan yang lebih baik tidak hanya bagi manusia itu sendiri tetapi juga bagi mahluk hidup yang lainnya. Apakah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sudah mampu memberikan hal-hal tersebut? Anda sendirilah yang dapat menjawabnya.

Salam Lingkungan Hidup

One thought on “DEFINISI DARI LINGKUNGAN HIDUP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *